Skip to main content

Mitos Rep-Repan (Erep-Erep) Kini Terpecahkan, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Mungkin pernah mengalami saat bangun tidur tubuh anda tidak bisa digerakkan, mulut tidak bisa berbicara, akan tetapi anda yakin bahwa anda sudah sadar atau sudah bangun dari tidur.

Ditambah lagi dengan  melihat seperti ada bayangan hitam disekeliling anda..

Pasti sangat mengerikan bukan ?..

Fenomena seperti ini dikenal dengan Sleep Paralysis atau di masyarakat kita sering menyebutnya dengan berbagai sebutan, seperti erep-erep, rep-repan, tindihan dan sebagainya.

Umumnya masyarakat di Indonesia sering menghubungkan fenomena ini dengan hal-hal berbau mistik yaitu ada mahluk halus yang menindih tubuh kita ketika kita tidur.

Uniknya lagi mitos ini tidak hanya ada di Indonesia saja, tapi diyakini juga di banyak negara dan tentunya dengan nama yang berbeda pula.

Terlepas dari hal itu, benarkah Sleep Paralysis disebabkan karena ketindihan mahluk halus ?

Terhadap fenomena tersebut ternyata dalam dunia medis sendiri memiliki penjelasan ilmiahnya, dan sebagai informasi, juga menambah pengetahuan, Admin akan membahasnya kali ini.

Penyebab Sleep Paralysis

Sebelum membahas penyebabnya lebih jauh, akan lebih baik jika mengetahui dulu tahapan-tahapan ketika kita tidur.

Berdasarkan gelombang otak, ketika seseorang tidur maka akan memasuki 4 tahapan yaitu, tahap tidur paling ringan, tahap tidur lebih dalam, tahap tidur paling dalam, dan tahap mimpi (REM).

Sleep Paralysis bermula ketika otak memasuki tahapan mimpi (REM) terlalu cepat. Pada tahap ini otak akan sangat aktif dan mimpi sering muncul.

Karena otak memasuki tahap mimpi lebih cepat maka bisa dikatakan otak juga bangun lebih cepat. Otak memberi sinyal melalui saraf-saraf tubuh untuk bangun, sedangkan tubuh sendiri belum selesai melalui tahap mimpi.

Disinilah awal mula kenapa rep-repan atau tindihan terjadi, yaitu disaat tubuh tidak merespon perintah untuk bangun.

Kenapa tubuh kita tidak merespon perintah dari otak ?

Sebuah penelitian di University of Toronto menemukan bahwa ketika tindihan terjadi, ada perubahan kimiawi di otak. Perubahan tersebut menyebabkan saraf-saraf yang menggerakkan tubuh lumpuh untuk sementara.

Senyawa yang terlibat dalam kelumpuhan saraf-saraf tersebut ada 2, yakni glycine dan GABA (gamma-aminobutyric acid). Saat tidur memasuki fase REM (Rapid Eye Movement), keduanya bergantian menduduki neurotransmitter dan membuat komunikasi saraf terhenti, seperti dilansir Livescience.

Mekanismenya secara pasti memang belum diketahui, namun yang pasti keberadaan kedua senyawa ini sudah terbukti menyebabkan kelumpuhan saat tiba-tiba bangun tengah malam.

Jadi bukan karena ditindih mahluk halus, sebab kelumpuhan itu terjadi di otak bukan di alat gerak tubuh.

Ketika terjadi sleep paralysis, aktivitas otak selama fase REM sebenarnya tetap tinggi. Namun otot-otot tubuh yang harus digerakkan tidak bisa merespons perintah dari otak karena jalur komunikasi melalui saraf dilumpuhkan sementara karena senyawa-senyawa di atas.

Bagaimana dengan bayangan hitam yang sering terlihat ketika mengalami Sleep Paralysis ?

Mengenai hal ini pun peneliti memiliki penjelasan, yaitu biasanya akibat dari Sleep Paralysis akan membuat seseorang yang mengalaminya merasa khawatir atau ketakutan karena anggota tubuhnya tidak bisa digerakan.

Karena ketakutan tersebut memicu Adrenalin meningkat, beberapa struktur otak kita akan beriteraksi dan menciptakan halusinasi tertentu.

Hal ini juga bisa dipengaruhi kepercayaan atau mitos, misalnya saja orang Indonesia percaya Sleep Paralysis ini akibat ketindihan mahluk halus. Dari anggapan ini halusinasi yang muncul adalah sosok yang ditakuti tersebut.

Faktor Pemicu Sleep Paralysis

Seseorang cenderung akan mengalami Sleep Paralysis lebih sering bahkan terjadi lebih dari satu kali dalam satu hari, terutama jika memiliki beberapa faktor seperti berikut :

  • Kekurangan tidur akibat gangguan tidur maupun insomnia
  • Memiliki pola tidur tidak teratur, misalnya karena bekerja dengan sistem shift maupun karena jet lag
  • Narkolepsi, yaitu kondisi jangka panjang dimana seseorang tiba-tiba tertidur begitu saja
  • Riwayat keluarga
  • Memiliki tingkat stress tinggi dan kecemasan berlebih

Pencegahan Terhadap Sleep Paralysis

Seringkali Sleep Paralysis hanya terjadi satu kali atau beberapa kali dan bukan merupakan gejala dari suatu kondisi yang serius.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah Sleep Paralysis diantaranya :

  • Perbaiki kualitas tidur anda, orang dewas butuh sekurangnya 6 – 8 jam tidur setiap malamnya. Cara ini terbukti meminimalkan Sleep Paralysis kembali terulang
  • Sebisa mungkin tetapkan jam tidur yang sama dan juga jam bangun yang sama setiap harinya
  • Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman, tenang, gelap dan tidak terlalu panas atau dingin
  •  Menghindari makan makanan besar, merokok, atau minum alkohol atau kafein sesaat sebelum tidur
  • Berolahraga secara teratur (tapi tidak dalam waktu empat jam sebelum tidur

Jika ternyata setelah melakukan hal diatas Sleep Paralysis anda tidak kunjung hilang bahkan semakin sering terjadi, tidak ada salahnya untuk melakukan konsultasi dengan dokter segera, untuk mencari tahu penyebab yang lebih pasti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *