Skip to main content

8 Tips Jitu Mengatasi Kecanduan Gadget Pada Anak

Kemajuan teknologi tak hanya memberi dampak positif terhadap kehidupan manusia, tak bisa dipungkiri banyak juga sisi negatifnya.

Salah satu yang mengkhawatirkan yaitu mengakibatkan ketergantungan atau kecanduan akan teknologi. Bahkan banyak peneliti mengatakan kecanduan terhadap teknologi lebih berbahaya daripada kecanduan narkoba.

Sekarang ini bukan hanya orang dewasa saja yang kecanduan tapi sudah merambah pada anak-anak, bahkan balita.

Di indonesia sendiri, tingkat kecanduan anak terhadap teknologi sudah mencapai tahap memprihatinkan yaitu 55,2 % dari 2.558 orang anak yang tersebar diseluruh provinsi.

Menurut sebuah studi Southeast Asian Nutrition Survey tahun 2011 rata-rata anak-anak tersebut menghabiskan hampir 2 jam lebih waktu mereka di depan TV, komputer, gadget dan sebaginya.

Memang tidak salah mengenalkan teknologi pada anak tapi teknologi tanpa adanya pengawasan sangat tidak sehat bagi siapa saja terutama bagi anak yang masih harus mendapat bimbingan.

Kenali Ciri-Ciri Anak Yang Kecanduan Gadget

Gadget dapat memiliki dampak yang signifikan dari kesehatan mental anak-anak. Ada beberapa ciri dan tanda-tanda anak sudah kecanduan gadget yang perlu anda kenali seperti :

  • Pendiam dan jarang bergaul

Anak yang kecanduan teknologi cenderung akan lebih suka menyendiri dan sulit bergaul karena sibuk dengan dirinya sendiri. Ketika dihadapkan dengan orang baru akan terlihat minder karena tidak bisa bersosialisasi.

  • Lebih banyak waktu untuk gadget

Seamakin hari semakin kecanduan bahkan hampir sepanjang hari menggunakan teknologi seperti tv, smrtphone atau komputer. Biasanya anak akan marah jika diminta menghentikan aktivitas tersebut.

  • Kehilangan minat bermain

Jika biasanya anak-anak lebih sering bermain diluar dengan temannya, tidak demikian dengan anak yang kecanduan gadget. Ia lebih memilih gadgetnya sebagai teman bermain daripada kegiatan lainnya.

  • Obsesi berlebihan terhadap karakter tertentu

Pernah melihat anak yang menirukan adegan karakter seperti dalam film atau game kesukaannya ?. Intu salah satu tanda anak anda sudah kecanduan teknologi.

  • Tidak terkontrol

Ketika orang tua menjauhkan gadget kesayangan anaknya, anak akan marah dan berusaha merebutnya kembali. Bahkan memohon sampai menangis agar dikembalikan.

  • Diam-diam berbohong

Anak mencari tempat tersembunyi untuk bermain dengan gadget mereka agar tidak dilarang oleh orang tuanya.

  • Mengalihkan emosi dengan gadget

Misalnya, jika anak Anda selalu meraih tab atau smartphone setelah bertengkar dengan saudara atau orang tua, ia dapat mengatasi emosi negatif nya menggunakan benda tersebut.

  • Prestasi menurun

Selain kehilangan hubungan baik dengan teman atau bahkan tidak mempunyai teman disekolahnya, anak yang kecanduan teknologi juga mungkin mengalami penurunan dalam prestasinya.

Bagaimana Mencegah Kecanduan Gadget pada Anak-Anak?

Mengatasi Kecanduan Gadget Pada Anak
Mengatasi Kecanduan Gadget Pada Anak

Untuk mengatasi agar anak tidak semakin kecanduan terhadap teknologi, setiap orang tua hendaknya mulai bersikap tegas pada anak mereka.

Misalnya saja dengan membuat batasan tertentu mengenai penggunaan teknologi.

Tapi tentunya anak tidak akan langsung menerima begitu saja, diperlukan pendekatan dan pengertian, juga harus dilakukan secara bertahap.

Berikut ini adalah tips yang bisa anda coba terapkan pada anak anda di rumah :

1. Tetapkan batasan waktu. Perlu ada pengaturan batas yang jelas tentang jumlah waktu untuk menghabiskan hari dengan menonton tv, komputer, ataupun gadget, maksimal 30 menit pada suatu waktu.

2. Jadwalkan waktu bermain diluar. Setidaknya satu jam harus dihabiskan di luar rumah seperti naik sepeda, dan bermain dengan teman-teman. Itu dirasa sangat penting untuk mendapatkan latihan dan bersosialisasi.

3. Hindari meletakkan tv atau komputer di kamar anak. Pastikan juga menyingkirkan teknologi dari kamar anak setelah digunakan atau ketika waktu tidur tiba.

4. Terapkan jam bebas elektronik, misalnya saat di meja makan, mengerjakan PR atau menjelang tidur. Tidak hanya pada anak tapi orang tua harus melakukannya juga. Jadilah contoh baik untuk anak anda.

5. Perbanyak waktu aktifitas dengan keluarga. Menghabiskan waktu dengan keluarga misalnya dengan bermain bersama atau membuat kerajinan tangan dapat mengalihkan perhatian anak terhadap gadget.

6. Perkenalkan mainan lain. Anda bisa memberikan mainan lain untuk anak anda. Bila perlu anda juga bisa terlibat dalam permainan tersebut. Tunjukan cara mainnya dan manfaatkan momen tersebut untuk menjalin hubungan lebih dekat antara orang tua dan anak.

7. Jangan beri anak gadget. Bisa jadi anak kecanduan teknologi karena orang tuanya sendiri memfasilitasinya. Jika memang tidak begitu perlu dan usianya belum cukup sebaiknya hindari hal satu ini.

8. Kunjungi psikiater atau psikolog. Hal ini menjadi langkah terakhir jika tips sebelum-sebelumnya tidak berhasil mengontrol anak anda.

Sekedar Informasi :

Sekitar 300 juta rupiah lebih harus dibayar orang tua di Inggris setiap bulannya dan merupakan biaya ”digital detox” selama 28 hari saat anak-anaknya mengalami ”kecanduan” gadget. ”Digital detox ” merupakan program rehabiltasi ”kecanduan” gadget yang didesain oleh Dr. Richard Graham dari Capio Nightingale Hospital, London.

Pada akhirnya, teknologi memang dapat mempermudah kehidupan manusia, tapi ketika bicara dampak buruknya terhadap perkembangan pribadi anak-anak, orang tua harus sigap menanggapinya.

Jangan sampai anak-anak kita lebih “menyayangi” gadgetnya ketimbang teman bahkan keluarganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *