Skip to main content
FIBROADENOMAFIBROADENOMA

Mengenal Fibroadenoma (FAM), Si Tumor Jinak Pada Payudara

Menemukan benjolan di payudara secara tidak sengaja pastinya akan memunculkan ketakutan bagi wanita.

Bukan apa-apa, pikiran paling buruk pasti mengira itu adalah kanker.

Tapi tenang saja, berita baiknya adalah tidak semua benjolan di payudara sudah pasti kanker, karena memang ada banyak sekali jenis benjolan payudara.

Salah satu benjolan yang tidak bersifat kanker ialah Fibroadenoma payudara sering disingkat dengan FAM.

Apa sih Fibroadenoma atau FAM ini, dan bahayakah untuk wanita ?

Untuk menjawab rasa penasaran anda, Admin akan membahasnya secara lengkap di artikel ini.

Fibroadenoma, Apa Itu ?

Fibro adenoma merupakan tumor non kanker atau bersifat jinak. Umumnya benjolan ini lebih banyak dijumpai pada wanita usia produktif dibawah usia 30 tahun.

Tumor ini terbentuk dari jaringan payudara dan juga jaringan penghubungnya (stromal). Menurut Dr. David Zieve yang dipublikasikan untuk PubMed, kebanyakan wanita hanya memiliki satu benjolan tumor saja, tapi 10-15% mungkin memiliki lebih dari satu tumor.

Dan juga, Fibroadenoma ini bisa terdapat pada salah satu, maupun kedua payudara.

Bagaimana Mendeteksi Fibroadenoma ?

Anda bisa memeriksa payudara sendiri (SADARI) untuk menemukan ada atau tidak adanya tumor di payudara.

Ciri-ciri Fibroadenoma ketika diraba biasanya berbentuk bulatan yang agak padat tapi kenyal dan berbatas tegas tidak berkelok-kelok. Fibroadenoma juga tidak menempel, sehingga masih bisa berpindah ketika ditekan.

Namun untuk Fibroadenoma yang berukuran kecil biasanya tidak akan terdeteksi melalui SADARI dan  memerlukan alat tertentu seperti USG payudara atau sinar X.

Metode lain yang bisa dijalani ialah Biopsi yaitu dengan mengambil sedikit jaringan dari tumornya untuk kemudian di teliti. Hal ini bertujuan untuk menentukan apakah tumor tersebut jinak ataukah kanker.

Fibroadenoma tidak akan menimbulkan sakit atau nyeri, akan tetapi pada sebagian wanita bisa mengeras bahkan nyeri terutama saat memasuki masa menstruasi.

Penyebab Fibroadenoma

Penyebab pasti Fibroadenoma tidak diketahui dan masih diteliti sampai saat ini. Namun hipotesa sementara mengemukakan bahwa peningkatan produksi hormon Estrogen menyebabkan jaringan tumor tumbuh.

Payudara terdiri dari lobulus yaitu jaringan yang memproduksi air susu dan saluran yang membawa air susu ke puting payudara. Bagian ini dikelilingi oleh jaringan, fibrosa dan juga lemak.

Fibroadenoma berkembang di lobulus, jaringan payudara dan juga saluran susu tumbuh melalui lobulus dan membentuk semacam benjolan padat.

Ukuran fibroadenoma akan cepat bertambah terutama ketika menstruasi atau hamil karena produksi hormon estrogen sedang meningkat.

Lain halnya jika terjadi pada wanita menopause, benjolan fibroadenoma akan kian mengecil bahkan menghilang sendiri tanpa pengobatan. Ini karena pada wanita menopause hormon akan semakin menurun.

Jenis- Jenis Fibroadenoma

Fibroadenoma memiliki 2 jenis yaitu Fibroadenoma simplek dan fibroadenoma kompleks.

Firoadenoma simpleks merupakan jenis benjolan yang ringan dan tidak akan memicu tumbuhnya kanker di masa depan. Kebanyakan Fibroadenoma simpleks tumbuh antara 1-3 cm dengan bentuk yang sama jika ada lebih dari satu benjolan.

Sedangkan, Fibroadenoma kompleks lebih memiliki bentuk yang beragam ketika dilihat di mikroskop. Tumor ini memiliki komponen lain selain jaringan dan saluran susu yaitu macrosit dan juga deposit kalsium.

Memiliki tumor kompleks cenderung lebih beresiko karena kemungkinan untuk menderita kanker payudara menjadi lebih besar.

Ini juga sejalan dengan yang diungkapkan American Cancer Society, bahwa wanita yang mengalami fibroadenoma kompleks resiko terkena kanker payudara menjadi 2 kali lipat lebih besar daripada wanita lainnya.

Fibroadenoma Haruskah Dioperasi ?

Jika anda memiliki Fibroadenoma, tidak harus selalu dioperasi , tergantung pada gejala yang dialami, jenis benjolannya dan tentu juga keputusan pribadi apakah mau dioperasi atau tidak.

Kebanyakan Fibroadenoma tidak akan tumbuh membesar dan ukurannya tetap bahkan seringkali mengecil dan hilang.

Meski begitu, dokter anda mungkin akan menyarankan operasi jika ternyata kondisinya seperti berikut :

  • Bentuk payudara anda mengalami perubahan besar
  • Fibroadenoma menyebabkan rasa sakit meski tidak menstruasi atau hamil
  • Jika anda memiliki ketakutan akan munculnya kanker
  • Jika anda memiliki riwayat kanker dari keluarga
  • Hasil dari pemeriksaan masih belum pasti

Meskipun tumor sudah diangkat melalui operasi, selalu ada kemungkinan fibroadenoma tumbuh kembali ditempat yang sama seperti sebelumnya.

Karena kemungkinan kanker payudara selalu ada, Anda harus rutin memerikskan diri ke dokter maupun melakukan pengecekan payudara sendiri (SADARI).

Jika ternyata tumornya kembali tumbuh dan bentuk payudara anda sedikit berubah, segera konsultasikan dengan dokter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *